Politeknik Negeri Banyuwangi Masuk List Perguruan Tinggi Seremonial Kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Praktisi Mengajar Angkatan 4

Politeknik Negeri Banyuwangi selalu mempersiapkan lulusan yang unggul agar siap terjun kedunia kerja. Salah satu cara yang dilakukan yaitu mengikuti program Praktisi Mengajar. Pada program Praktisi Mengajar angkatan 4 tahun 2024 Poliwangi berhasil mendapatkan 31 Rencana Kelas Kolaborasi. Dari 31 RKK tersebut terdapat 27 Praktisi ahli yang memiliki pengalaman industri dan siap berkolaborasi dengan dosen dalam matakuliah kolaborasi.


Salah satu rangkaian acara progam praktisi mengajar adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Perguruaan tinggi dengan Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Dari ratusan perguruan tinggi yang hadir dalam acara penandatanganan PKS tersebut, Poliwangi berkesempatan menjadi perguruan tinggi seremonial. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin 6 Mei 2024 bertempat di Ruang Graha Utama Gedung A Lantai 3 Kemendikbudristek, Jakarta Pusat. Direktur Poliwangi M. Shofi’ul Amin, S.T., M.T secara langsung menghadiri acara tersebut sebagai pihak kedua dan Mohammad Sofwan Effendi selaku Plt. Direktur sumber daya sebagai pihak kesatu.

Dengan ditandatanganinya PKS, maka kegiatan praktisi mengajar di Poliwangi siap untuk dilaksanakan. Koordinator Perguruan Tinggi Praktisi Mengajar Poliwangi yaitu Trias Ayu Laksanawati, S.T., M.T. berharap dengan dilaksanakannya Program Praktisi Mengajar angkatan 4, matakuliah kolaborasi antara praktisi dan dosen nantinya menghasilkan lulusan Poliwangi yang memperoleh ilmu kecakapan yang relevan didunia kerja.

Terobosan Mendikbudristek: Episode Terbaru Merdeka Belajar Mengupas Inovasi Standar Nasional dan Revolusi Akreditasi Pendidikan Tinggi

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, hari ini mengumumkan peluncuran Merdeka Belajar Episode Ke-26 yang berjudul “Inovasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi.”

Dalam acara tersebut disampaikan bahwa dari total 26 episode program Merdeka Belajar yang diperkenalkan sejak tahun 2019 hingga saat ini 10 episode telah difokuskan pada transformasi pendidikan tinggi.

Mendikbudristek menjelaskan, “Pendidikan tinggi memiliki peranan krusial dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan, membentuk sumber daya manusia unggul, dan menjadi pilar utama dalam inovasi. Sebagai jembatan antara dunia akademik, dunia kerja, dan masyarakat, lulusan perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti. Oleh karena itu, kami menekankan pentingnya transformasi di tingkat pendidikan tinggi.”

Dalam episode terbaru ini, Merdeka Belajar membahas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 53 Tahun 2023 mengenai Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

Mendikbudristek menyatakan, “Kebijakan ini membawa dua perubahan mendasar yang akan mempercepat transformasi pendidikan tinggi. Pertama, Standar Nasional Pendidikan Tinggi akan lebih fleksibel, di mana standar tersebut sekarang berfungsi sebagai kerangka acuan tanpa detail yang kaku. Salah satunya adalah perubahan dalam pengaturan tugas akhir mahasiswa. Kedua, sistem akreditasi pendidikan tinggi akan diperbarui untuk mengurangi beban administratif dan finansial perguruan tinggi.”

Transformasi ini telah dinantikan oleh para pelaku dan pemerhati pendidikan tinggi. Episode Ke-26 dari Merdeka Belajar memberi kemudahan bagi perguruan tinggi untuk memfokuskan upaya pada peningkatan tiga pilar Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sebelumnya, Standar Nasional Pendidikan Tinggi dianggap terlalu kaku dan terperinci, membatasi kemampuan perguruan tinggi untuk mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan ilmu dan teknologi. Transformasi tersebut seperti yang dijelaskan oleh Menteri Nadiem dalam peluncuran menggambarkan penyederhanaan dalam berbagai aspek standar, termasuk standar penelitian dan standar pengabdian.

Mendikbudristek menyebutkan, “Beberapa perubahan mencakup penyederhanaan dalam ruang lingkup standar penelitian dan pengabdian dari delapan standar menjadi hanya tiga standar. Kami juga telah menyederhanakan standar kompetensi lulusan serta standar proses pembelajaran dan penilaian.”

Lebih jauh, Mendikbudristek menjelaskan perubahan dalam Sistem Akreditasi Pendidikan Tinggi, “Beberapa perubahan penting dalam sistem akreditasi pendidikan tinggi meliputi penyederhanaan status akreditasi, pemerintah yang akan menanggung biaya akreditasi dan pelaksanaan proses akreditasi yang akan dilakukan pada tingkat unit pengelola program studi.”

Mendikbudristek juga mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam upaya transformasi ini, “Perubahan yang signifikan memerlukan kerjasama semua pihak. Kemendikbudristek berkomitmen untuk bersinergi dengan semua stakeholder guna mewujudkan transformasi pendidikan tinggi yang komprehensif dan berdampak positif.”

Kini, Poliwangi siap memasuki bab baru yang penuh harap dan semangat di mana Episode ke-26 Merdeka Belajar akan menjadi pendorong utama menuju transformasi yang berkelanjutan. Dengan fokus yang tajam pada kemitraan dengan dunia usaha, industri, dan lapangan kerja Poliwangi memasuki era baru yang akan menjawab tantangan masyarakat dan mengikuti kebutuhan perubahan global. Melalui semangat sinergi dan kolaborasi yang diusung oleh Merdeka Belajar Episode ke-26, Pendidikan Tinggi Vokasi akan terus berkembang dan memberi kontribusi nyata dalam menghadapi tantangan masa depan!