Direktur Politeknik Negeri Banyuwangi Lantik Pengurus Organisasi Kemahasiswaan Periode 2024

Banyuwangi, 29 Januari 2024 – Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) melantik pengurus organisasi kemahasiswaan periode tahun 2024 pada Selasa, 30 Januari 2024 di Aula Abdullah Azwar Anas. Pelantikan dilakukan oleh Direktur Poliwangi, Ir. Shofi’ul Amin, S.T., M.T. Turut hadir pula Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan, Kurniawan Muhammad Nur, S.S.T., M.M. serta pembina dari masing-masing organisasi kemahasiswaan.

Dalam sambutannya, Direktur Poliwangi menyampaikan bahwa organisasi kemahasiswaan merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri, menyalurkan aspirasi, dan berkontribusi bagi masyarakat. Oleh karena itu, pengurus organisasi kemahasiswaan harus mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

“Semoga pengurus organisasi kemahasiswaan yang baru dilantik dapat menjadi pemimpin yang visioner, kreatif, dan inovatif,” ujar Direktur Poliwangi.

Organisasi kemahasiswaan yang dilantik meliputi; Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Poliwangi, Himpunan Mahasiswa, serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Poliwangi.

Story Pin image

 

Politeknik Negeri Banyuwangi dan Badan Pusat Statistik Kerja Sama Bentuk Pojok Statistik

Banyuwangi, 25 Januari 2024 – Politeknik Negeri Banyuwangi dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banyuwangi melakukan kerja sama dalam pembentukan “Pojok Statistik” di Poliwangi. Kerja sama ini diinisiasi oleh BPS Kabupaten Banyuwangi sebagai upaya peningkatan literasi statistik di kalangan civitas akademika dan masyarakat.

Kunjungan BPS Kabupaten Banyuwangi dalam rangka inisiasi kerja sama ini dilakukan pada Rabu, 24 Januari 2024. Perwakilan BPS Kabupaten Banyuwangi yang hadir dalam kunjungan tersebut adalah Kepala BPS Kabupaten Banyuwangi, Hermanto serta beberapa stafnya. Sementara dari Poliwangi hadir Wakil Direktur 1 Abdul Rohman, Wakil Direktur 2 Devit Suwardiyanto, Wakil Direktur 3 Kurniawan Muh Nur dan beberapa pimpinan jurusan dan unit kerja lainnya.

Dalam kunjungan tersebut, kedua pihak membahas rencana kerja sama dalam pembentukan “Pojok Statistik”. Pojok Statistik ini diharapkan dapat menjadi pusat informasi dan edukasi statistik yang dapat dijangkau oleh semua kalangan.

Kepala BPS Kabupaten Banyuwangi, Hermanto, mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan salah satu upaya BPS dalam meningkatkan literasi statistik di masyarakat. “Literasi statistik yang tinggi akan mendorong masyarakat untuk lebih kritis dalam menganalisis data dan informasi statistik,” ujarnya.

Wakil Direktur 1 Poliwangi Abdul Rohman, menyambut baik kerja sama ini. Ia berharap kerja sama ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di Poliwangi. “Pojok Statistik ini akan menjadi wadah bagi mahasiswa dan masyarakat untuk belajar dan memahami statistik,” ujarnya.

Pendaftaran SNBP Poliwangi 2024 Telah Dibuka

Banyuwangi, 21 Desember 2023 – Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Politeknik Negeri (SNBP) Politeknik Negeri Banyuwangi tahun 2024 telah dibuka mulai tanggal 14 Februari 2024. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman portal-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id.
Berikut adalah jadwal SNBP Poliwangi 2024:
  1. Pengumuman kuota sekolah: 28 Desember 2023
  2. Masa sanggah kuota sekolah: 28 Desember – 17 Januari 2024
  3. Pengisian PDSS: 9 Januari – 9 Februari 2024
  4. Pendaftaran SNBP: 14 – 28 Februari 2024
  5. Pengumuman hasil SNBP: 26 Maret 2024
Calon peserta SNBP Poliwangi 2024 harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  1. Merupakan siswa SMA/SMK/MA kelas terakhir (kelas XII) pada tahun 2024 yang memiliki prestasi unggul.
  2. Warga Negara Indonesia (WNI) dan memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).
  3. Memiliki NISN dan terdaftar di PDSS.
  4. Memiliki nilai rapor yang telah diisikan di PDSS.
  5. Wajib mengunggah Portofolio bagi yang memilih program studi Bidang Seni & Olahraga.
  6. Memiliki Kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses studi.
  7. Memiliki prestasi akademik dan memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh masing-masing PTN.
Pada tahun 2024, Politeknik Negeri Banyuwangi memiliki 5 bidang keilmuan serta membuka 15 program studi dimana terdapat satu Program Studi Diploma 3 (D3) dan empat belas Program Studi Sarjana Terapan (S1 Terapan) , diantaranya:

1. Jurusan Bisnis dan Informatika

S1 Terapan Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak
S1 Terapan Bisnis Digital
S1 Terapan Teknologi Rekayasa Komputer
2. Jurusan Teknik Sipil
D3 Teknik Sipil
S1 Terapan Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan
3. Jurusan Teknik Mesin
S1 Terapan Teknologi Rekayasa Manufaktur
S1 Terapan Teknik Manufaktur Kapal
4. Jurusan Pariwisata
S1 Terapan Manajemen Bisnis Pariwisata
S1 Terapan Destinasi Pariwisata
5. Jurusan Pertanian
S1 Terapan Agribisnis
S1 Terapan Teknologi Pengolahan Hasil Ternak
Serta 4 Program Studi Baru:
Pengembangan Produk Agroindustri
S1 Terapan Teknologi Budi Daya Perikanan/Teknologi Akuakultur
S1 Terapan Teknologi Produksi Tanaman Pangan
S1 Terapan Teknologi Produksi Ternak
Calon peserta SNBP Poliwangi 2024 dapat memilih maksimal 2 Program Studi.
Untuk informasi umum terkait SNBP bisa dicek pada link https://snpmb.bppp.kemdikbud.go.id/snbp/informasi-umum serta calon peserta dapat mengunjungi media sosial Instagram @poliwangi_jinggo atau menghubungi call center Politeknik Negeri Banyuwangi di nomor  0823-3274-8132.

Politeknik Negeri Banyuwangi dan Industri Banyuwangi Perkuat Kerja Sama Melalui Penandatanganan IA Monitoring dan Evaluasi Praktisi Mengajar Angkatan 3

Banyuwangi, 21 Desember 2023 – Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) dan Industri Banyuwangi memperkuat kerja sama melalui penandatanganan Implementation of Arrangement (IA) Monitoring dan Evaluasi Praktisi Mengajar Angkatan 3 Tahun 2023. Kegiatan penandatanganan IA tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Monitoring dan Evaluasi Praktisi Mengajar Angkatan 3 Tahun 2023. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu tanggal 19 dan 20 Desember 2023.

Dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Praktisi Mengajar Angkatan 3 Tahun 2023, dilakukan diskusi panel dan evaluasi dari kegiatan kelas kolaborasi dengan praktisi. Diskusi panel menghadirkan narasumber dari industri dan dosen Poliwangi. Narasumber dari industri menyampaikan masukan dan evaluasi terhadap kegiatan kelas kolaborasi. Sementara itu, dosen Poliwangi menyampaikan pengalaman dan tantangan dalam melaksanakan kegiatan kelas kolaborasi.

Hasil diskusi panel kemudian menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan IA Monitoring dan Evaluasi Praktisi Mengajar Angkatan 3 Tahun 2023. “Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen kami untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Poliwangi. Kami ingin mahasiswa Poliwangi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri,” kata Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan Poliwangi, Devit Suwardiyanto, S.Si., M.T.

Sementara itu, Koordinator Praktisi Mengajar Poliwangi, Lutfi Hakim, S.Pd., M.T. mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk sinergi antara Poliwangi dan Industri Banyuwangi. Menurutnya, kerja sama ini akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. “Melalui kerja sama ini, dosen Poliwangi akan mendapatkan pengalaman mengajar di industri. Selain itu, industri juga akan mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas,”

IA Monitoring dan Evaluasi Praktisi Mengajar Angkatan 3 Tahun 2023 akan dilaksanakan selama satu tahun. Dalam IA tersebut, Poliwangi dan Industri Banyuwangi akan membentuk tim kerja yang akan bertanggung jawab dalam pelaksanaan IA. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembalajaran di Poliwangi dan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Poliwangi Raih 2 Penghargaan dalam Apresiasi Program Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi Tahun 2023

Yogyakarta, 8 Desember 2023 – Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) meraih dua penghargaan dalam Apresiasi Program Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Acara yang mengusung tema “Implementasi Tridharma Perguruan Tinggi Melalui Program Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi” ini berlangsung di Grand Sahid Raya Hotel dan Convention, Yogyakarta, pada Jumat (8/12).

Penghargaan pertama yang diraih Poliwangi adalah Peringkat 2 Kategori Perguruan Tinggi Vokasi Terproduktif dalam Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Berdasarkan Jumlah Judul dan Dana Dengan Rasio Dosen. Penghargaan kedua yang diraih Poliwangi adalah Perngkat 3 Kategori Perguruan Tinggi Pemberi Dukungan Terbaik terhadap LSP-P1.

Kedua penghargaan ini diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Dr. Ir. Kiki Yuliati, M.Sc. Direktur Poliwangi, Ir. M. Shofi’ul Amin, S.T., M.T., mengatakan bahwa keberhasilan Poliwangi meraih dua penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dari seluruh civitas akademika Poliwangi.

“Kami terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Poliwangi. Penghargaan ini merupakan bukti bahwa kami telah berhasil dalam mewujudkan komitmen kami,” ujar Direktur. Direktur menambahkan bahwa Poliwangi akan terus berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bekerja di dunia industri.

Pengumuman Pelaksanaan Wisuda Politeknik Negeri Banyuwangi ke-XVIII

Berdasarkan Surat Edaran Nomor: 9014/PL36/KM/2023 dan keputusan Rapat Senat Politeknik Negeri Banyuwangi tentang Pelaksanaan Wisuda, dengan ini disampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan Wisuda ke-XVIII akan dilaksanakan pada:

Hari          : Sabtu
Tanggal   : 2 Desember 2023
Tempat    : Ballroom Hotel El Royale Banyuwangi

 Untuk teknis dan persiapan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan wisuda akan disampaikan secara terkoordinasi melalui Admin Program Studi masing-masing.

Surat Edaran Wisuda ke-XVIII (DOWNLOAD)

TEDDY, MAHASISWA POLIWANGI DENGAN KURSI RODA OPTIMIS JADI BACK END ENGINEER

Banyuwangi, 9 Oktober 2023 – Keterbatasan fisik tak menjadi penghalang bagi Teddy Latief Miftahur Rizqi untuk meraih cita-citanya menjadi Back End Engineer. Mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi semester 7 Jurusan Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL) ini sejak kecil mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya. Namun, hal itu tak membuatnya putus asa untuk mengejar mimpinya.

Teddy mengaku tertarik dengan teknologi sejak kecil. Ia senang bermain game dan merasa bahwa teknologi dapat membantunya untuk bisa beraktivitas seperti orang normal. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk mengambil pendidikan vokasi sejak bangku SMK.

“Di SMK saya masuk Jurusan Teknik Komputer Jaringan dan saya memutuskan untuk masuk pendidikan vokasi lagi di Poliwangi karena saya ingin terus mengasah kemampuan di bidang teknologi,” ungkap Teddy.

Di Poliwangi, Teddy merasa bahwa ia bisa meraih cita-citanya dengan lebih mudah. Fasilitas dan infrastruktur di Poliwangi sangat ramah untuk disabilitas. Selain itu, Poliwangi juga memiliki program-program yang dapat membantu mahasiswa untuk meningkatkan keterampilannya, salah satunya adalah program Bangkit.

Program Bangkit merupakan program kolaborasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dengan perusahaan IT ternama di Indonesia untuk menghasilkan talenta digital berkompetensi tinggi untuk perusahaan teknologi dan rintisan Indonesia kelas dunia.

Teddy mengikuti program Bangkit pada tahun 2022. Ia mengikuti kelas Cloud Computing dan mengambil banyak manfaat dari program tersebut. Ia juga mengapresiasi mentor dan rekan-rekannya yang sangat terbuka dan mendukungnya.

“Kalau saya tidak mengerti dengan beberapa materi, saya inisiatif untuk mengajak teman-teman yang lain berdiskusi melalui platform Discord. Dari situlah saya belajar banyak hal juga karena saya senang belajar dengan diskusi,” tuturnya.

Teddy dan timnya berhasil membuat produk yang bernama Greenix, sebuah aplikasi yang dapat menunjukkan jumlah karbondioksida yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor pada setiap kilometer yang dilalui. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu melestarikan lingkungan.

Teddy mengungkapkan bahwa ia sangat ambisius untuk mengejar cita-citanya sebagai bentuk terima kasih kepada orang tua. Ia ingin membuktikan bahwa ia bisa sukses di bidang teknologi meski memiliki keterbatasan fisik.

“Orang tua saya petani cabai yang penghasilannya tak menentu. Mereka yang selalu memotivasi saya untuk terus berjuang. Saya beruntung karena masih bisa mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi,” ungkapnya.

Saat ini, Teddy sedang menjalani program magang di perusahaan teknologi di Banyuwangi bernama PT Juara Karya Teknologi sebagai Back End Engineer. Ia yakin bahwa dengan pengalaman dan keterampilan yang ia miliki, ia akan bisa menjadi Back End Engineer yang andal.

Direktur Poliwangi, M. Shofi’ul Amin, S.T., MT., menyatakan bahwa Poliwangi bertekad menjadi Politeknik yang mendorong mahasiswa untuk menjadi technopreneurs dengan menciptakan berbagai inovasi. Salah satu cara untuk mewujudkan itu adalah dengan mengikuti MBKM melalui program Bangkit.

“Sejauh ini ada 24 orang yang mengikuti program Bangkit. 22 orang dari TRPL dan 2 orang dari teknik sipil,” tutur DIrektur menjelaskan.

Bagi Direktur Poliwangi program Bangkit ini dapat juga turut membantu persiapan mahasiswa untuk berkarier di bidang teknologi. Ia pun menambahkan bahwa program dari MBKM ini dapat mendorong misinya untuk menjadikan mahasiswa/lulusan Poliwangi menjadi technopreneurs.

Kisah Teddy Latief Miftahur Rizqi ini menjadi inspirasi bagi kita semua. Bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Dengan kerja keras dan tekad yang kuat, kita semua bisa sukses di bidang apa pun.

PERNYATAAN SIKAP POLITEKNIK NEGERI BANYUWANGI DALAM MENCEGAH DAN MENANGANI KEKERASAN SEKSUAL

Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nomor 30 Tahun 2021 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi, maka POLIWANGI berkomitmen untuk menciptakan kampus yang aman dan nyaman. Komitmen POLIWANGI tercermin dalam langkah pencegahan sebagai berikut :

  1. Membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (SATGAS PPKS) yang memiliki kewajiban dan hak sesuai PERMENDIKBUDRISTEK No 30 Tahun 2021 tertanggal 2 September 2022.
  2. Melalui SATGAS PPKS, POLIWANGI aktif dalam melakukan sosialisasi dan edukasi kekerasan seksual untuk seluruh civitas akademika POLIWANGI melalui pembelajaran, penguatan tata Kelola dan penguatan budaya komunitas mahasiswa, pendidik dan tenaga kependidikan.

Langkah Penanganan yang dilakukan POLIWANGI melalui SATGAS PPKS POLIWANGI adalah :

  1. Membuat dan menerapkan Standart Operational Procedure (SOP) penanganan kasus yang dilaporkan, mulai dari laporan kasus, penyelidikan, rapat pleno SATGAS PPKS dan pemberian rekomendasi sanksi kepada Pimpinan serta penetapan sanksi oleh Pimpinan.
  2. Menjalin kerjasama dengan instansi terkait guna penanganan kekerasan seksual.

Berdasarkan hal tersebut, POLIWANGI melalui SATGAS PPKS POLIWANGI telah mengusut tuntas dan menyelesaikan setiap laporan kasus kekerasan seksual yang terjadi pada ruang lingkup SATGAS PPKS POLIWANGI. Pimpinan POLIWANGI telah menetapkan sanksi sesuai rekomendasi sanksi SATGAS PPKS kepada pelaku kekerasan seksual berdasarkan PERMENDIKBUDRISTEK nomor 30 Tahun 2021. Penyelesaian dan penanganan kasus kekerasan seksual di POLIWANGI dilaksanakan dengan prinsip KEPENTINGAN TERBAIK BAGI KORBAN, KEADILAN DAN KESETARAAN GENDER, KESETARAAN HAK DAN AKSESIBILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS, AKUNTABILITAS, INDEPENDEN, KEHATI-HATIAN DAN KERAHASIAAN, KONSISTEN, JAMINAN KETIDAKBERULANGAN SERTA MENJAGA KEAMANAN DAN KERAHASIAAN KORBAN.

Setiap bentuk pemberitaan atau pemberian keterangan kasus kekerasan seksual yang tidak benar, dan/atau tidak bersumber dari bukti atau sumber yang valid, dapat dituntut pertanggungjawabannya apabila terdapat pihak-pihak yang merasa dirugikan atau dicemarkan nama baiknya. Segala bentuk informasi yang bersifat publik dapat dilihat pada media resmi POLIWANGI yang dikelola oleh HUMAS POLIWANGI di bawah koordinasi langsung dengan para Wakil Direktur yang membidangi.

Terobosan Mendikbudristek: Episode Terbaru Merdeka Belajar Mengupas Inovasi Standar Nasional dan Revolusi Akreditasi Pendidikan Tinggi

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, hari ini mengumumkan peluncuran Merdeka Belajar Episode Ke-26 yang berjudul “Inovasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi.”

Dalam acara tersebut disampaikan bahwa dari total 26 episode program Merdeka Belajar yang diperkenalkan sejak tahun 2019 hingga saat ini 10 episode telah difokuskan pada transformasi pendidikan tinggi.

Mendikbudristek menjelaskan, “Pendidikan tinggi memiliki peranan krusial dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan, membentuk sumber daya manusia unggul, dan menjadi pilar utama dalam inovasi. Sebagai jembatan antara dunia akademik, dunia kerja, dan masyarakat, lulusan perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti. Oleh karena itu, kami menekankan pentingnya transformasi di tingkat pendidikan tinggi.”

Dalam episode terbaru ini, Merdeka Belajar membahas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 53 Tahun 2023 mengenai Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

Mendikbudristek menyatakan, “Kebijakan ini membawa dua perubahan mendasar yang akan mempercepat transformasi pendidikan tinggi. Pertama, Standar Nasional Pendidikan Tinggi akan lebih fleksibel, di mana standar tersebut sekarang berfungsi sebagai kerangka acuan tanpa detail yang kaku. Salah satunya adalah perubahan dalam pengaturan tugas akhir mahasiswa. Kedua, sistem akreditasi pendidikan tinggi akan diperbarui untuk mengurangi beban administratif dan finansial perguruan tinggi.”

Transformasi ini telah dinantikan oleh para pelaku dan pemerhati pendidikan tinggi. Episode Ke-26 dari Merdeka Belajar memberi kemudahan bagi perguruan tinggi untuk memfokuskan upaya pada peningkatan tiga pilar Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sebelumnya, Standar Nasional Pendidikan Tinggi dianggap terlalu kaku dan terperinci, membatasi kemampuan perguruan tinggi untuk mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan ilmu dan teknologi. Transformasi tersebut seperti yang dijelaskan oleh Menteri Nadiem dalam peluncuran menggambarkan penyederhanaan dalam berbagai aspek standar, termasuk standar penelitian dan standar pengabdian.

Mendikbudristek menyebutkan, “Beberapa perubahan mencakup penyederhanaan dalam ruang lingkup standar penelitian dan pengabdian dari delapan standar menjadi hanya tiga standar. Kami juga telah menyederhanakan standar kompetensi lulusan serta standar proses pembelajaran dan penilaian.”

Lebih jauh, Mendikbudristek menjelaskan perubahan dalam Sistem Akreditasi Pendidikan Tinggi, “Beberapa perubahan penting dalam sistem akreditasi pendidikan tinggi meliputi penyederhanaan status akreditasi, pemerintah yang akan menanggung biaya akreditasi dan pelaksanaan proses akreditasi yang akan dilakukan pada tingkat unit pengelola program studi.”

Mendikbudristek juga mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam upaya transformasi ini, “Perubahan yang signifikan memerlukan kerjasama semua pihak. Kemendikbudristek berkomitmen untuk bersinergi dengan semua stakeholder guna mewujudkan transformasi pendidikan tinggi yang komprehensif dan berdampak positif.”

Kini, Poliwangi siap memasuki bab baru yang penuh harap dan semangat di mana Episode ke-26 Merdeka Belajar akan menjadi pendorong utama menuju transformasi yang berkelanjutan. Dengan fokus yang tajam pada kemitraan dengan dunia usaha, industri, dan lapangan kerja Poliwangi memasuki era baru yang akan menjawab tantangan masyarakat dan mengikuti kebutuhan perubahan global. Melalui semangat sinergi dan kolaborasi yang diusung oleh Merdeka Belajar Episode ke-26, Pendidikan Tinggi Vokasi akan terus berkembang dan memberi kontribusi nyata dalam menghadapi tantangan masa depan!