
Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026 – Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui keberhasilannya memperoleh pendanaan (funding) Program Short-Term Exchange China–ASEAN bersama Guangxi Eco-Engineering Vocational and Technical College (GEVTC), Tiongkok. Pendanaan ini merupakan hasil kolaborasi yang terjalin melalui jejaring China–ASEAN Consortium of Industry and Education, yang bertujuan memperkuat kerja sama pendidikan vokasi, pertukaran akademik, serta pengembangan sumber daya manusia antara negara-negara ASEAN dan Tiongkok.
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu capaian penting dalam upaya internasionalisasi Poliwangi sekaligus memperkuat posisi institusi sebagai perguruan tinggi vokasi yang aktif membangun kemitraan global. Program ini diharapkan mampu memberikan pengalaman internasional yang berharga bagi mahasiswa dan dosen melalui kegiatan pembelajaran, pertukaran budaya, pengembangan kompetensi, serta kolaborasi akademik lintas negara.
Sebagai tindak lanjut dari keberhasilan memperoleh pendanaan tersebut, Poliwangi menghadiri pertemuan dengan delegasi Guangxi Eco-Engineering Vocational and Technical College yang diselenggarakan di Jakarta pada Selasa, 9 Juni 2026. Dalam kegiatan tersebut, Politeknik Negeri Banyuwangi diwakili oleh Ir. Wahyu Naris Wari, S.T., M.T., Ketua Kerjasama dan Urusan Internasional, berdasarkan Surat Tugas Direktur Politeknik Negeri Banyuwangi.
Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk membahas implementasi Program Short-Term Exchange, termasuk mekanisme pelaksanaan kegiatan, persiapan peserta, penyelarasan program akademik, serta peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian terapan, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Selain itu, kedua institusi juga membahas berbagai peluang kolaborasi lanjutan yang dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, dan institusi di masa mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Ir. Wahyu Naris Wari menyampaikan bahwa keberhasilan memperoleh pendanaan internasional ini merupakan bentuk kepercayaan mitra luar negeri terhadap kapasitas dan komitmen Poliwangi dalam mengembangkan program-program pendidikan vokasi yang berkualitas dan berdaya saing global.
“Keberhasilan ini menjadi langkah strategis bagi Poliwangi dalam memperluas jejaring internasional serta membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk memperoleh pengalaman global. Kami berharap program ini dapat menjadi awal dari berbagai kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan dengan mitra-mitra internasional,” ujarnya.
Program Short-Term Exchange China–ASEAN tidak hanya memberikan kesempatan bagi peserta untuk meningkatkan kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga memperkaya pemahaman lintas budaya, memperluas wawasan internasional, serta memperkuat kemampuan adaptasi dalam lingkungan global yang semakin dinamis. Melalui program ini, mahasiswa dan dosen Poliwangi diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus membangun jejaring profesional di tingkat internasional.
Keberhasilan memperoleh pendanaan Program Short-Term Exchange China–ASEAN bersama Guangxi Eco-Engineering Vocational and Technical College semakin mempertegas komitmen Poliwangi dalam mendukung transformasi pendidikan vokasi menuju standar internasional. Dengan terus memperluas kerja sama strategis bersama berbagai mitra luar negeri, Poliwangi berupaya menghadirkan lebih banyak peluang pengembangan kompetensi, inovasi, dan kolaborasi global bagi seluruh sivitas akademika.