
Di lingkungan Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi), penguatan pembelajaran praktik kini semakin nyata melalui kehadiran Universal Testing Machine (UTM) 1000 kN dengan LVDT. Alat uji berkapasitas besar ini menjadi salah satu capaian utama pelaksanaan Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri Vokasi (PRPTNV) Tahun 2025 dalam mendukung pengembangan Teaching Factory (TEFA) Gyancang Bangun Konstruksi.
UTM 1000 kN dengan LVDT berfungsi untuk mengukur kekuatan dan karakteristik material baja serta material konstruksi lainnya. Kehadiran alat ini memiliki nilai strategis karena Politeknik Negeri Banyuwangi saat ini menjadi satu-satunya perguruan tinggi vokasi di Jawa Timur yang memiliki Universal Testing Machine dengan spesifikasi tersebut. Dengan fasilitas ini, Poliwangi semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat unggulan pembelajaran dan pengujian material di bidang konstruksi.

Melalui PRPTNV 2025, Jurusan Teknik Sipil Poliwangi juga diperkuat dengan berbagai peralatan pendukung yang membentuk ekosistem pembelajaran berbasis praktik. Peralatan tersebut meliputi alat uji gandar, load cell, forklift hand stacker, concrete mixer kapasitas 50 kilogram, serta cetakan Box Culvert dan U-Ditch. Seluruh fasilitas ini dimanfaatkan secara langsung dalam pembelajaran Project-Based Learning (PjBL), sehingga mahasiswa dapat terlibat aktif dalam proses produksi, pengujian, dan simulasi pekerjaan konstruksi sesuai standar industri.
Penguatan sarana dan prasarana ini berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Jurusan Teknik Sipil Poliwangi menyelenggarakan workshop penyusunan perangkat pembelajaran berbasis PjBL yang melibatkan mitra industri, serta pelatihan keahlian teknis bagi mahasiswa. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman praktik yang terintegrasi antara penguasaan teknologi, prosedur kerja, dan standar mutu industri.
Pada aspek tata kelola, PRPTNV 2025 turut mendorong penguatan manajemen laboratorium melalui workshop tata kelola dan kemitraan berbasis ISO 17025. Pendampingan dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) menjadi langkah penting dalam menyiapkan laboratorium Teknik Sipil Poliwangi menuju layanan pengujian yang terstandar dan berdaya saing.
Lebih dari sekadar pengadaan fasilitas, PRPTNV 2025 menjadi momentum penguatan Teaching Factory Teknik Sipil Poliwangi sebagai ruang pembelajaran, inovasi, dan kolaborasi. Dengan dukungan peralatan berstandar industri dan kemitraan strategis, Poliwangi terus berupaya menghadirkan pendidikan vokasi yang berdampak nyata bagi mahasiswa, industri, dan pembangunan nasional.
