Politeknik Negeri Banyuwangi

Delapan Tahun Berkarya, Poliwangi Perkuat Jejaring Internasional dan Inovasi Mahasiswa di Creativity Station 2026

BANYUWANGI – Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) kembali memperkuat komitmennya dalam membangun jejaring dan kolaborasi internasional melalui Creativity Station (CS) 2026, sebuah program kolaborasi Korea–Indonesia yang mengintegrasikan pengabdian kepada masyarakat, inovasi teknologi, dan pembelajaran lintas budaya.

Berlangsung pada 12–21 Agustus 2026 di Desa Tamiajeng, Trawas, Mojokerto, dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), kegiatan ini menjadi momentum istimewa karena bertepatan dengan 15th Anniversary Celebration of Creativity Station. Tahun ini, CS mempertemukan tiga perguruan tinggi Korea Selatan, yaitu Pusan National University (PNU), Pukyong National University (PKNU), dan Tongmyong University, dengan tiga perguruan tinggi Indonesia, yakni PENS, Telkom University, dan Poliwangi.

Pembukaan kegiatan dihadiri oleh Prof. Dr. Young Bong Seo, Program Manager Creativity Station dari Pusan National University bersama tim PICEE; Dr. Ing. Ir. Arif Irwansyah, S.T., M.Eng., Direktur PENS; Dr. Eng. Zainal Arief, Direktur Politeknik Nuklir; Ir. Kholid Fathoni, S.Kom., M.T., IPM., Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni PENS; Dr. Eng. Faisal Budiman, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Telkom University; Kepala Desa Tamiajeng beserta tim; serta Ir. Wahyu Naris Wari, S.T., M.T., perwakilan Bidang Kerja Sama Poliwangi sekaligus CS Program Manager and Project Coordinator.

Bagi Poliwangi, Creativity Station merupakan bagian dari perjalanan panjang kerja sama internasional. Sejak 2018, Poliwangi konsisten menjadi bagian dari program ini, baik sebagai peserta maupun host, serta memperoleh berbagai kesempatan kolaborasi dan pengalaman internasional hingga ke Korea Selatan. Perjalanan tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas jejaring global sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa.

Ir. Wahyu Naris Wari, S.T., M.T., selaku Project Coordinator Creativity Station, menyampaikan bahwa keberlanjutan program ini menunjukkan bahwa kerja sama internasional dapat memberikan dampak nyata ketika mahasiswa diberi ruang untuk terlibat langsung. “Yang menarik dari Creativity Station adalah mahasiswa tidak datang hanya untuk mengikuti kegiatan, tetapi benar-benar diajak turun ke lapangan, menemukan persoalan, berdiskusi dengan masyarakat, lalu mencari solusi bersama mahasiswa dari Korea. Proses seperti ini membuat mereka belajar hal-hal yang tidak selalu bisa didapatkan di ruang kelas,” ujarnya.

Pada Creativity Station 2026, Poliwangi mengirimkan enam mahasiswa dari berbagai program studi, yaitu Septian Asropik dan Restu Sulung Purpangestu dari Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL), Faturahman Arya Yudha Pangestu dari Destinasi Pariwisata, Yerico Purnomo dari Teknik Manufaktur Kapal (TMK), Ayu Kamila dari Teknologi Pengolahan Hasil Ternak (TPHT), serta Al. Qurothulaini dari Manajemen Bisnis Pariwisata (MBP). Tim didampingi Arif Fahmi, M.T. selaku Team Manager dan Ir. Wahyu Naris Wari, S.T., M.T. selaku Project Coordinator.

Melalui proses finding issue, mahasiswa Indonesia dan Korea terjun langsung ke Desa Tamiajeng untuk memahami persoalan UMKM dan kelompok masyarakat, kemudian mengembangkan solusi berbasis rekayasa dan teknologi. Inovasi yang dihasilkan antara lain Herby, Rotary Cassava Fermenter, Smart Sheep Care, Stecha, dan Strimy. Kreativitas dan kerja keras tim Poliwangi juga membuahkan prestasi, dengan Ayu Kamila meraih Best Team 1, Septian Asropik meraih Best Team 2, dan Yerico Purnomo meraih Best Photo.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan 15th Anniversary Celebration of Creativity Station yang menghadirkan para tokoh, akademisi, pimpinan perguruan tinggi, serta pihak-pihak yang berperan dalam perjalanan Creativity Station selama 15 tahun. Momentum ini menjadi ruang apresiasi sekaligus refleksi atas perjalanan kolaborasi yang telah mempertemukan berbagai institusi, negara, dan generasi mahasiswa.

Partisipasi Poliwangi dalam Creativity Station 2026 kembali menegaskan komitmen institusi untuk memperkuat internasionalisasi, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan global. Delapan tahun bersama Creativity Station menunjukkan bahwa kolaborasi yang konsisten dapat tumbuh menjadi jejaring pembelajaran, inovasi, dan pengabdian yang melampaui batas institusi dan negara.

Scroll to Top