
BANYUWANGI – Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) menggelar acara Syukuran Yudisium Tahun 2026 di Lantai 5 Gedung 454 Prabu Tawang Alun pada Rabu, 2 September 2026. Acara berlangsung penuh khidmat dan keakraban, menandai kelulusan mahasiswa sekaligus merayakan pencapaian monumental kampus atas pengukuhan profesor pertama di lingkungan Jurusan Teknik Mesin.
Syukuran ini diikuti oleh 110 peserta yudisium yang terdiri dari 66 mahasiswa Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Manufaktur (TRM) dan 44 mahasiswa Program Studi D4 Teknik Manufaktur Kapal (TMK). Turut hadir mendampingi para lulusan, jajaran staf dosen, Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), serta seluruh civitas akademika Jurusan Teknik Mesin.
Puncak acara diisi dengan orasi non-ilmiah yang dibawakan oleh profesor pertama Jurusan Teknik Mesin Poliwangi, Prof. Dr. Ir. I Gusti Ngurah Bagus Catrawedarma, S.T., M.Eng. Mengusung judul “Dari Bubble Generator Hingga Professor: Cerita tentang Gelembung-Gelembung Impian di Poliwangi”, beliau menyampaikan paparan yang menginspirasi seluruh audiens.
Dalam orasinya, Prof. Dr. Ir. I Gusti Ngurah Bagus Catrawedarma, S.T., M.Eng. memaparkan analogi ilmiah yang menarik antara fenomena pecahnya gelembung (bubble) dengan ketahanan sebuah organisasi maupun individu. Beliau menjelaskan bahwa sebagaimana gelembung akan pecah jika tekanan eksternal melampaui gaya internalnya, sebuah organisasi atau individu pun akan runtuh jika kekuatan dari dalam — seperti kompetensi, kepemimpinan, dan budaya — kalah oleh tekanan luar. Beliau menegaskan bahwa sistem yang kuat bukan hanya mampu bertahan, melainkan tumbuh di tengah tekanan. Sebagai kunci keberhasilan, beliau berpesan agar para lulusan dan staf senantiasa memperkuat “gaya internal” melalui perpaduan kerja keras, doa, dan sedekah dalam meretas cita-cita.
Suasana haru dan bangga menyelimuti ruangan saat perwakilan yudisium menyampaikan pesan dan kesan. Andre Surya mewakili lulusan Prodi D4 TRM menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas bimbingan para dosen dan fasilitas laboratorium selama masa studi, sedangkan Khoirul Anam mewakili Prodi D4 TMK mengungkapkan rasa bangganya menjadi bagian dari angkatan yang menyaksikan sejarah lahirnya guru besar pertama di jurusan mereka.
Acara dilanjutkan dengan penayangan video kilas balik yang memutar kembali kenangan serta dinamika perjuangan para mahasiswa selama menempuh pendidikan di Poliwangi. Pemotongan tumpeng oleh Ketua Jurusan Teknik Mesin, Asmar Finali, S.T., M.T., bersama Prof. Dr. Ir. I Gusti Ngurah Bagus Catrawedarma, S.T., M.Eng., menjadi penutup simbolis sebagai wujud syukur atas kelulusan para mahasiswa serta pencapaian gelar profesor pertama tersebut.