
Mojokerto – Stan Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) menjadi pusat perhatian ribuan siswa kelas 12 dalam ajang Edufair Mojokerto 2026 yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) SMA/MA/SMK Kabupaten & Kota Mojokerto. Tingginya antusiasme pengunjung dipicu oleh pengumuman program beasiswa khusus di Jurusan Pertanian, di mana siswa berprestasi yang masuk dalam 10 Besar Top Ranking SNBP pada program studi tertentu hanya dikenakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp1.000.000. Program ini merupakan langkah konkret Poliwangi dalam mendukung program pemerintah terkait Ketahanan Pangan Nasional.
Lima program studi unggulan yang menjadi fokus beasiswa ini meliputi Teknologi Pengolahan Hasil Ternak, Pengembangan Produk Agroindustri, Teknologi Budidaya Perikanan / Teknologi Akuakultur, Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Teknologi Produksi Ternak.
Acara yang berlangsung di GOR Olahraga dan Seni Mojopahit pada pukul 07.00 hingga 13.00 WIB ini sukses menarik sekitar 2.500 pengunjung yang berasal dari 75 SMA/SMK/MA se-Mojokerto Raya. Selain skema beasiswa ketahanan pangan, Poliwangi juga mensosialisasikan bahwa biaya pendidikan (UKT) untuk program studi lainnya sangat terjangkau, yakni berkisar antara Rp500.000 hingga Rp3.000.000 per semester. Keunggulan ini ditambah dengan fakta bahwa biaya hidup di Banyuwangi masih tergolong murah, sehingga menjadi daya tarik luar biasa bagi calon mahasiswa luar kota.
Tim Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Abdul Hamid, yang hadir bersama empat anggota tim lainnya, menjelaskan bahwa kurikulum yang diterapkan telah menggunakan sistem Outcome-Based Education (OBE).
“Kurikulum kami telah tersinkronisasi sepenuhnya dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Dengan metode OBE, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi dipersiapkan untuk memiliki kompetensi nyata yang langsung bisa diterapkan saat mereka memasuki dunia kerja,” ujar Abdul Hamid di sela-sela melayani para siswa.
Saat ini, Politeknik Negeri Banyuwangi menaungi 5 Jurusan dengan total 18 Program Studi yang seluruhnya dirancang berdasarkan kebutuhan industri terkini di Indonesia. Mulai dari sektor teknik, informatika, hingga pariwisata dan pertanian, Poliwangi berkomitmen mencetak lulusan vokasi yang siap menjadi ujung tombak pembangunan ekonomi nasional.
Melalui partisipasi di Edufair Mojokerto ini, Poliwangi berharap dapat menjaring talenta-talenta terbaik dari Mojokerto untuk bergabung dan berkembang bersama sebagai tenaga profesional yang kompeten di masa depan.