KEMBANGKAN KURIKULUM, AGRIBISNIS POLIWANGI UNDANG PT INDUSTRI GULA GLENMORE (IGG) GELAR FORUM GROUP DISCUSSION (FGD) SERTA JALIN KERJASAMA DENGAN PT SIRTANIO ORGANIK INDONESIA
Gambar 1. Direktur poliwangi memberikan sambutan

(18/11/2020) Rabu pagi, bertempat di Gedung 454 Politeknik Negeri Banyuwangi sedang berlangsung Forum Group Discussion Kurikulum Pendidikan Tinggi Era Rovolusi Industri 4.0. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi Agribisnis Poliwangi ini turut dihadiri oleh Direktur, Koordinator Program Studi Agribisnis, diikuti oleh seluruh Dosen dan Tenaga Kependidikan Prodi Agribisnis serta mengundang Pramudya Baskoro dan Muhammad Iqbal Redha dari PT Industri Gula Glenmore (IGG) dan Abdul Rahman Jauhari dari PT Sirtanio Organik Indonesia ini turut diiringi dengan penandatanganan Nota Kerjasama (MoU) antara Poliwangi dengan PT Sirtanio Organik Indonesia.

Gambar 2. Penandatanganan MoU antara Poliwangi dengan PT Sirtanio Organik Indonesia

“Kegiatan Focus Group Discussion ini sangat bermanfaat untuk pengembangan kurikulum yang akan diterapkan di Program Studi Agribisnis,” Ungkap Son Kuswadi, Direktur Poliwangi dalam sambutannya. Ia mengungkapkan PT. Sirtanio Organik Indonesia dan PT. Industri Gula Glenmore yang telah bekerjasama dengan Poliwangi sebelumnya, dapat memberikan informasi dan pandangan mengenai kebutuhan apa saja yang harus dimiliki oleh mahasiswa, sehingga diharapkan lulusan mahasiswa Program Studi Agribisnis di Politeknik Negeri Banyuwangi dapat sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan oleh industri.

Gambar 3. Pembukaan FGD berlangsung

“D4 ini adalah lulusan yang paling tepat bekerja pada bidang perusahaan seperti kami,” Ungkap Pramudya Baskoro selaku Satuan Pengawas Internal PT IGG. Ia menyampaikan kemampuan hardskill lebih mumpuni daripada lulusan S1 atau pendidikan yang non vokasi, namu juga ditekankan agar lulusan dibelaki dengan softskill yang meliputi kemampuan kepemimpinan, adaptasi hingga yang berinisiasi. Iqbal Redha selaku Wakil Manajer Teknik II PT IGG juga menambahkan salah satu hal yang penting dalam kurikulum adalah kemampuan menerapkan automatisasi atau adaptasi pada perkembangan teknologi. “Kami sangat mengapresiasi atas undangan dan terselenggaranya FGD ini, sangat bermanfaat bagi kami di bidang pertanian,” Ungkap Rachman Jauhari dari PT Sertanio Organik Indonesia. Ia juga mengungkapkan peran akademisi dengan menyelanggarakan FGD ini sangat memberikan pengaruh bagi bidang pertanian khususnya di Banyuwangi. “Seperti jargon kami yaitu Schooling Farmers – Healing the World,” Tutupnya.

Gambar 4. Foto bersama pembukaan FGD